TAMATAN SLTA dan sarjana masih mendominasi angka pengangguran di Kota Sawahlunto. Sedikitnya 1964 lulusan SLTA, 560 berijazah Diploma III, dan 453 menyandang gelar sarjana S1 hingga November 2006, terdaftar sebagai pencari kerja di Kota Arang. Pemerintah dan dinas terkait tampaknya harus mencarikan formula jitu dalam mengatasi permasalahan ini.
Dari total 36.173 tenaga usia kerja, 13.595 jiwa diantaranya boleh dikatakan bukan angkatan kerja. Sebab, berprofesi sebagai ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, dan usia lanjut. Sedangkan yang memiliki pekerjaan baik sektor pertanian, perkebunan, karyawan, maupun pegawai berjumlah 19.489. Sisanya 2.907 jiwa merupakan penduduk usia kerja kerja yang belum mendapatkan pekerjaan.
"Beberapa program telah kita laksanakan untuk mengatasi pengangguran yang ada. Mulai dari pelatihan montir, menjahit, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, hingga ke program singsingkan lengan baju bagi para sarjana," ujar Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Sawahlunto, Drs. Wan Ikhlas kepada "Haluan", di ruang kerjanya.
Meski mendapatkan pelatihan, diakui Wan Ikhlas, para pencari kerja masih memiliki keterbatasan dengan masalah modal untuk pengembangan usaha. Tetapi, sebenarnya pencari kerja dapat memanfaatkan modal dari program kredit tanpa bunga yang digelindingkan pemerintah.
Sebelumnya, kata Wan Ikhlas, pihak telah melakukan pelatihan dan pendidikan bagi tamatan SLTA khususnya kaum wanita untuk dikirim menjadi tenaga kerja ke perusahaan elektronik di Batam dan Negara Malaysia. Kesulitan terjadi dalam penyaluran tenaga kerja pria. Sebab, perusahaan negara tetangga lebih memilih tenaga kerja wanita pada perusahaannya.
Dulunya pemerintah Kota Arang sempat bekerja sama dengan beberapa perusahaan tambang di luar Sumbar dalam menyalur tenaga. Namun, karena produktivitas perusahaan tambang yang menurun ikut membawa kemunduran dalam penyaluran tenaga kerja.
Dalam tiga bulan terakhir, kesempatan menjadi tenaga kerja ke luar negeri bagi kaum adam mulai terbuka. PT. San Yasindo Perusahaan elektronik Malaysia membuka peluang tersebut. Hingga akhir bulan November lalu, 50 tenaga kerja pria asal Sawahlunto mulai dipekerjakan di sana, dengan masa kontrak dua tahun.
Selain itu, pencari kerja atau penganggur juga diberikan kesempatan untuk mendapatkan bantuan dalam bentuk kelompok dengan program padat karya. Dimana, satu kelompok beranggotakan 20 jiwa, serta memiliki lahan untuk dikelola, pemerintah melalui dinas terkait memberikan bantuan alat pengelola lahan, upah perangsang, serta bibit yang akan dikembangkan.
Begitu banyaknya program yang diberikan pemerintah ternyata belum dapat mengentaskan angka pengangguran yang ada. Berkemungkinan angka pengangguran akan terus melonjak tahun demi tahun. Hendaknya, masyarakat mulai menyadari bahwa pekerjaan tidak hanya tergantung kepada perusahaan, tetapi juga dapat dilakukan secara mandiri, seiring dengn bantuan dan bimbingan dari pemerintah.***
Friday, December 22, 2006
Perkembangan RSUD Kota Arang
BANGSAL bedah RSUD Kota Sawahlunto yang semula ditargetkan akan beroperasi awal tahun 2007 mendatang, direncanakan mampu menampung sedikitnya seratus pasien, atau mempunyai kapasitas 100 tempat tidur. Peningkatan tersebut sangat jauh dari kondisi bangsal bedah saat ini yang hanya memiliki daya tampung 20 tempat tidur.
Selama ini, untuk bangsal bedah RSUD Kota Arang hanya memanfaatkan ruang yang seadanya, atau boleh dikatakan belum memadai. "Saat ini kita masih menunggu selesainya pembangunan bangsal bedah yang tengah dilaksanakan. Rencana semula, awal 2007 bangsal bedah yang baru sudah dapat dimanfaatkan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto, dr. Indra, MPPM kepada "Haluan", di ruang kerjanya.
Pengembangan RSUD akan semakin ditingkatkan, sebab secara kebutuhan baik dalam daerah maupun bagi masyarakat dari daerah tetangga sangat besar. Mulai dari Kabupaten Dharmasraya, Sawahlunto Sijunjung dan Tanah Datar, sebagian masyarakat memilih berobat ke Sawahlunto. Selain dekat, baik sarana prasarana mau pun sumber daya manusia yang mengelola dan melayani terus dilengkapi dan ditingkatkan.
Selain bangsal bedah, RSUD Sawahlunto juga direncanakan akan direncanakan pembangunan ruang unit gawat darurat (UGD) yang lebih representatif, dengan memanfaatkan gedung peninggalan Belanda di sekitar rumah sakit. Akan tetapi, hal itu masih dalam wacana pengembangan. Secara geografis, letak RSUD saat ini memang dihukum oleh lokasi yang sangat sempat, bahkan boleh dikatakan sangat sulit untuk dilakukan pengembangan secara fisik.
Selain berada pada posisi kaki bukit, RSUd juga diapit pemukiman penduduk yang sangat rapat. Sehingga apabila dilakukan pengembangan, jelas akan mengganggu pemukiman yang ada. "Kita berharap, pengembangan ke depan RSUD akan dilengkapi dengan UGD yang lebih representatif. Tujuannya tentu RSUD Sawahlunto semakin dekat di hati masyarakat Sawahlunto dan menjadi acuan serta rujukan bagi masyarakat daerah tetangga," lanjut Indra.
Keterbatasan akan lahan pengembangan di RSUD Sawahlunto juga terlihat dengan kecilnya lokasi parkir kendaraan bermotor. Pada hal, kunjungan dan pasien yang datang ke rumah sakit ini semakin meningkat dari waktu ke waktu. Pemerintah hendaknya mencarikan solusi terbaik dalam pengembangan RSUD ke depan.
"Dari pelayan yang diberikan sudah sangat bagus, baik dari segi kecepatan maupun cara para perawat dan dokter melayani pasien. Namun, kondisi RSUD yang telah baik ini kurang didukung dengan ketersediaan lahan parkir yang belum begitu luas. Terkadang, kami sangat sulit dalam memarkir kendaraan yang telah begitu sesak," keluh Dedi (27), warga Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, ketika menunggui Ibunya yang sakit.
Setidaknya, lanjut Dedi, rumah sakit ini dilengkapi dengan lokasi parkir yang memiliki atap. Sehingga kendaraan para keluarga pasien aman dari cuaca panas dan hujan. Jelas, katanya, hal itu akan semakin membuat para keluarga pasien semakin tertarik dengan RSUD Sawahlunto sebagai tempat berobat yang representatif.
Selama ini, untuk bangsal bedah RSUD Kota Arang hanya memanfaatkan ruang yang seadanya, atau boleh dikatakan belum memadai. "Saat ini kita masih menunggu selesainya pembangunan bangsal bedah yang tengah dilaksanakan. Rencana semula, awal 2007 bangsal bedah yang baru sudah dapat dimanfaatkan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto, dr. Indra, MPPM kepada "Haluan", di ruang kerjanya.
Pengembangan RSUD akan semakin ditingkatkan, sebab secara kebutuhan baik dalam daerah maupun bagi masyarakat dari daerah tetangga sangat besar. Mulai dari Kabupaten Dharmasraya, Sawahlunto Sijunjung dan Tanah Datar, sebagian masyarakat memilih berobat ke Sawahlunto. Selain dekat, baik sarana prasarana mau pun sumber daya manusia yang mengelola dan melayani terus dilengkapi dan ditingkatkan.
Selain bangsal bedah, RSUD Sawahlunto juga direncanakan akan direncanakan pembangunan ruang unit gawat darurat (UGD) yang lebih representatif, dengan memanfaatkan gedung peninggalan Belanda di sekitar rumah sakit. Akan tetapi, hal itu masih dalam wacana pengembangan. Secara geografis, letak RSUD saat ini memang dihukum oleh lokasi yang sangat sempat, bahkan boleh dikatakan sangat sulit untuk dilakukan pengembangan secara fisik.
Selain berada pada posisi kaki bukit, RSUd juga diapit pemukiman penduduk yang sangat rapat. Sehingga apabila dilakukan pengembangan, jelas akan mengganggu pemukiman yang ada. "Kita berharap, pengembangan ke depan RSUD akan dilengkapi dengan UGD yang lebih representatif. Tujuannya tentu RSUD Sawahlunto semakin dekat di hati masyarakat Sawahlunto dan menjadi acuan serta rujukan bagi masyarakat daerah tetangga," lanjut Indra.
Keterbatasan akan lahan pengembangan di RSUD Sawahlunto juga terlihat dengan kecilnya lokasi parkir kendaraan bermotor. Pada hal, kunjungan dan pasien yang datang ke rumah sakit ini semakin meningkat dari waktu ke waktu. Pemerintah hendaknya mencarikan solusi terbaik dalam pengembangan RSUD ke depan.
"Dari pelayan yang diberikan sudah sangat bagus, baik dari segi kecepatan maupun cara para perawat dan dokter melayani pasien. Namun, kondisi RSUD yang telah baik ini kurang didukung dengan ketersediaan lahan parkir yang belum begitu luas. Terkadang, kami sangat sulit dalam memarkir kendaraan yang telah begitu sesak," keluh Dedi (27), warga Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, ketika menunggui Ibunya yang sakit.
Setidaknya, lanjut Dedi, rumah sakit ini dilengkapi dengan lokasi parkir yang memiliki atap. Sehingga kendaraan para keluarga pasien aman dari cuaca panas dan hujan. Jelas, katanya, hal itu akan semakin membuat para keluarga pasien semakin tertarik dengan RSUD Sawahlunto sebagai tempat berobat yang representatif.
Monday, December 11, 2006
Kata Ketua LKAAM Sawahlunto
Ketua LKAAM Sawahlunto
Drs. Adi Muaris Khatib Kayo
Meski baru untuk yang kedua kalinya, kita melihat masyarakat sangat antusias. Sebab, moment ini sangat penting untuk memperlihatkan betapa besarnya kekayaan adat dan budaya yang terkandung di Kota Sawahlunto. Sebab, diakui atau tidak Sawahlunto menjadi besar berkat dukungan berasal dari masyarakatnya yang terdiri dari berbagai suku dan budaya.
Visi Sawahlunto telah memiliki misi untuk pengembangan nilai adat dan budaya. Artinya, harus ada dukungan penuh dari masyarakat dalam mencapai visi ini. Jika, visi tercapai dengan baik dan sempurna secara otomatis akan menimbulkan peningkatan kesejahteraan masyarakat sepanjang nilai wisata yang dikembangkan tidak berbenturan dengan nilai adat dan budaya. Perkembangan nilai wisata yang dikembangkan harus mendukung nilai adat dan budaya yang tertanam pada masyarakat Sawahlunto.“Selama tidak berbenturan kami dari kaum adat dan budaya akan tetap menjunjung tinggi dan mendukung program Sawahlunto menjadi Kota Tambang Berbudaya 2020. visi dan misi menjadi kota wisata tambang berbudaya merupakan visi dan misi bersama menuju masyarakat Sawahlunto yang adil dan makmur,”ujar Ketua LKAAM Sawahlunto, Drs. Ari Muaris Khatib Kayo.
by :
Fadilla Jusman
plus_indo@yahoo.com
0812 67 43613
Drs. Adi Muaris Khatib Kayo
Meski baru untuk yang kedua kalinya, kita melihat masyarakat sangat antusias. Sebab, moment ini sangat penting untuk memperlihatkan betapa besarnya kekayaan adat dan budaya yang terkandung di Kota Sawahlunto. Sebab, diakui atau tidak Sawahlunto menjadi besar berkat dukungan berasal dari masyarakatnya yang terdiri dari berbagai suku dan budaya.
Visi Sawahlunto telah memiliki misi untuk pengembangan nilai adat dan budaya. Artinya, harus ada dukungan penuh dari masyarakat dalam mencapai visi ini. Jika, visi tercapai dengan baik dan sempurna secara otomatis akan menimbulkan peningkatan kesejahteraan masyarakat sepanjang nilai wisata yang dikembangkan tidak berbenturan dengan nilai adat dan budaya. Perkembangan nilai wisata yang dikembangkan harus mendukung nilai adat dan budaya yang tertanam pada masyarakat Sawahlunto.“Selama tidak berbenturan kami dari kaum adat dan budaya akan tetap menjunjung tinggi dan mendukung program Sawahlunto menjadi Kota Tambang Berbudaya 2020. visi dan misi menjadi kota wisata tambang berbudaya merupakan visi dan misi bersama menuju masyarakat Sawahlunto yang adil dan makmur,”ujar Ketua LKAAM Sawahlunto, Drs. Ari Muaris Khatib Kayo.
by :
Fadilla Jusman
plus_indo@yahoo.com
0812 67 43613
Kata MUI Sawahlunto
Ketua MUI Sawahlunto
H.Zainal Arifin Dt Rangkayo Tangah
Peringatan Ulang Tahun Kota Sawahlunto, merupakan suatu perkembangan yang baik untuk memelihara sejarah daerah serta menjadi tolak ukur sejauh mana pemerintah kota berhasil mencerdaskan, mensejahterakan masyarakatnya. Sehingga ada perbandingan antara antara apa yang telah direncanakan melalui aspirasi masyarakat dengan apa yang telah terealisasikan oleh pemerintah.
Masyarakat harus tahu dengan apa yang telah dilakukan pemerintah dari tahun ke tahun. Meski ini baru ulang tahun yang kedua kalinya diperingati, tetapi akan memiliki arti penting bagi kota sawahlunto ke depan dalam mencapai visi Menjadi Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya Tahun 2020.
Kota Wisata Tambang yang Berbudaya harus memperhatikan nilai agama. Selama ini, kita melihat pemerintah sangat komitmen dengan pengembangan agama, namun harus tetap dibina dan diberikan perhatian. Sehingga terus ada keseimbangan antara agama dan pembangunan fisik.
“Artinya kehidupan harus menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Dan itu terlihat dalam visi dan misi kota menuju kota wisata tambang yang berbudaya,” jelas Ketua MUI Sawahlunto, H.Zainal Arifin Dt Rangkayo Tangah.
Selain itu, menurut Zainal Arifin, masyarakat harus memberikan dukungan penuh kepada pemerintah yang terlihat sangat berani dalam mengembangkan kota, dari kota yang menggantungkan hidup dari batubara menjadi kota wisata. Keberhasilan pemerintah tentu akan tercapai dengan dukungan dari masyarakat.“Jangan sampai keinginan pengembangan kota hanya tumbuh dari pemerintah semata, tanpa adanya dukungan masyarakat. Karena tujuan yang akan dicapai pemerintah adalah untuk mensejahterakan masyarakatnya. Mari kita dukung bersama-sama,” tambah Datuak Rangkayo Tangah.
by :
Fadilla Jusman
plus_indo@yahoo.com
0812 67 43613
H.Zainal Arifin Dt Rangkayo Tangah
Peringatan Ulang Tahun Kota Sawahlunto, merupakan suatu perkembangan yang baik untuk memelihara sejarah daerah serta menjadi tolak ukur sejauh mana pemerintah kota berhasil mencerdaskan, mensejahterakan masyarakatnya. Sehingga ada perbandingan antara antara apa yang telah direncanakan melalui aspirasi masyarakat dengan apa yang telah terealisasikan oleh pemerintah.
Masyarakat harus tahu dengan apa yang telah dilakukan pemerintah dari tahun ke tahun. Meski ini baru ulang tahun yang kedua kalinya diperingati, tetapi akan memiliki arti penting bagi kota sawahlunto ke depan dalam mencapai visi Menjadi Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya Tahun 2020.
Kota Wisata Tambang yang Berbudaya harus memperhatikan nilai agama. Selama ini, kita melihat pemerintah sangat komitmen dengan pengembangan agama, namun harus tetap dibina dan diberikan perhatian. Sehingga terus ada keseimbangan antara agama dan pembangunan fisik.
“Artinya kehidupan harus menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Dan itu terlihat dalam visi dan misi kota menuju kota wisata tambang yang berbudaya,” jelas Ketua MUI Sawahlunto, H.Zainal Arifin Dt Rangkayo Tangah.
Selain itu, menurut Zainal Arifin, masyarakat harus memberikan dukungan penuh kepada pemerintah yang terlihat sangat berani dalam mengembangkan kota, dari kota yang menggantungkan hidup dari batubara menjadi kota wisata. Keberhasilan pemerintah tentu akan tercapai dengan dukungan dari masyarakat.“Jangan sampai keinginan pengembangan kota hanya tumbuh dari pemerintah semata, tanpa adanya dukungan masyarakat. Karena tujuan yang akan dicapai pemerintah adalah untuk mensejahterakan masyarakatnya. Mari kita dukung bersama-sama,” tambah Datuak Rangkayo Tangah.
by :
Fadilla Jusman
plus_indo@yahoo.com
0812 67 43613
Kata Sekdako Sawahlunto
Sekdako Sawahlunto
Zohirin Sayuti, SE
Saya merasa bangga dan salut, adanya keseriusan pemerintah yang didukung masyarakatnya untuk membangun Kota Sawahlunto ini secara merata di berbagai bidang, banyak perubahan yang terjadi, adanya kebijakan menyangkut pembangunan fasilitas publik begitu gencarnya dilakukan.
Begitu halnya dengan kegiatan pembangunan non fisik pengembangan SDM dan SDA diberbagai sektor, bila dahulu kita terbius dengan kekuatan batubara semata, namun di era duet Ir.H.Amran Nur dan H.Fauzi Hasan, semuanya jadi berubah drastis. Banyak hal yang berhasil mereka melakukan dalam melanjutkan konsep pembangunan mantan Wali Kota Drs.H,.Subari Sukardi menuju visi kota tahun 2020, dan mantan Wali Kota almarhum Drs.Rahmatsyah yang berjasa membuka akses jalan sebagai sarana transportasi desa kedesa..
Hal ini sebenarnya jarang ditemukan, kaena hal itu butuh keberanian untuk mengolahnya, tapi, Wako Amran Nur dan Wawako Fauzi Hasan ketika itu dapat membacanya dengan cermat “Alhamdulillah, konsep yang masih menggantung dan belum terlaksana itu akhirnya diselesaikan oleh pemerintahan sekarang, disinilah letak keberanian Ir.Amran Nur sebagai Kepala Pemerintahan dalam mengembangkan potensi yang ada setelah batubara tidak lagi jadi primadona” kata Zohirin.
Dalam konteks hari jadi kota ke 118 tahun, 1 Desember 2006 ini, katanya lagi, banyak hal yang tampak yang harus dikembangkan, sebagai PNS, jelas kami juga siap untuk mendukung semua kebijakan setiap kepala daerah, termasuk bagaimana mensukseskan pembangunan berkelanjutan menuju visi Sawahlunto Kota Wisata Tambang yang Berbudaya.
Selaku Sekretaris Daerah, sebutnya, Zohirin melihat, semangat juang pemerintahan sekarang tidak hanya terbatas kepada pekerjaan fisik dalam persiapan percepatan visi 2020 semata, tapi juga pembangunan ekonmomi yang berbasi kerakyatan melalui sektor peternakan sapi dan pertanian kakao, disamping jasa dan perdagangan yang tumbuh sejak lama.
“Dengan hari jadi Kota Sawahlunto ke 118 ini, saya mengajak semua pihak untuk terus berjuang dan berjuang” ucapnya bersemangat.
by :
Fadilla Jusman
plus_indo@yahoo.com
0812 67 43613
Zohirin Sayuti, SE
Saya merasa bangga dan salut, adanya keseriusan pemerintah yang didukung masyarakatnya untuk membangun Kota Sawahlunto ini secara merata di berbagai bidang, banyak perubahan yang terjadi, adanya kebijakan menyangkut pembangunan fasilitas publik begitu gencarnya dilakukan.
Begitu halnya dengan kegiatan pembangunan non fisik pengembangan SDM dan SDA diberbagai sektor, bila dahulu kita terbius dengan kekuatan batubara semata, namun di era duet Ir.H.Amran Nur dan H.Fauzi Hasan, semuanya jadi berubah drastis. Banyak hal yang berhasil mereka melakukan dalam melanjutkan konsep pembangunan mantan Wali Kota Drs.H,.Subari Sukardi menuju visi kota tahun 2020, dan mantan Wali Kota almarhum Drs.Rahmatsyah yang berjasa membuka akses jalan sebagai sarana transportasi desa kedesa..
Hal ini sebenarnya jarang ditemukan, kaena hal itu butuh keberanian untuk mengolahnya, tapi, Wako Amran Nur dan Wawako Fauzi Hasan ketika itu dapat membacanya dengan cermat “Alhamdulillah, konsep yang masih menggantung dan belum terlaksana itu akhirnya diselesaikan oleh pemerintahan sekarang, disinilah letak keberanian Ir.Amran Nur sebagai Kepala Pemerintahan dalam mengembangkan potensi yang ada setelah batubara tidak lagi jadi primadona” kata Zohirin.
Dalam konteks hari jadi kota ke 118 tahun, 1 Desember 2006 ini, katanya lagi, banyak hal yang tampak yang harus dikembangkan, sebagai PNS, jelas kami juga siap untuk mendukung semua kebijakan setiap kepala daerah, termasuk bagaimana mensukseskan pembangunan berkelanjutan menuju visi Sawahlunto Kota Wisata Tambang yang Berbudaya.
Selaku Sekretaris Daerah, sebutnya, Zohirin melihat, semangat juang pemerintahan sekarang tidak hanya terbatas kepada pekerjaan fisik dalam persiapan percepatan visi 2020 semata, tapi juga pembangunan ekonmomi yang berbasi kerakyatan melalui sektor peternakan sapi dan pertanian kakao, disamping jasa dan perdagangan yang tumbuh sejak lama.
“Dengan hari jadi Kota Sawahlunto ke 118 ini, saya mengajak semua pihak untuk terus berjuang dan berjuang” ucapnya bersemangat.
by :
Fadilla Jusman
plus_indo@yahoo.com
0812 67 43613
Kata Wakil Walikota
Wakil Walikota Sawahlunto
H. Fauzi Hasan
Hari jadi Kota Sawahlunto ke 118 ini, kita jadikan sebagai momentum menuju masyarakat “sadar wisata” dalam mempercepat visi kota tahun 2020 Sawahlunto sebagai kota wisata tambang yang berbudaya.
Dalam perkembangannya, kota ini maju begitu pesat dibidang pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan itu, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Supaya lebih bermakna, yang sangat diperlukan saat ini adalah rasa kebersamaan untuk menjaga asset-asset yang telah dibangunan tersebut sekaligus bagaimana rasa memiliki terhadap kota ini begitu mengental dihati warga.
Bagian terpenting dalam mengisi pembangunan saat ini adalah, bukan hanya fisik, tapi juga non fisik, misal, bagaimana penyuluhan dilakukan pada masyarakat tentang sadar wisata melalui tindakan bersih lingkungan, bersih dari segala bentuk gangguan keamanan, dan bagaimana mengajak masyarakat memiliki kota ini.
“Untuk itu, disinilah saatnya masyarakat diajak dan dilibatkan secara bersama-sama mengisi pembangunan yang dilakukan saat ini melalui sistim yang lebih baik, akuntabel dan inovatif, agar semua yang dicita-citakan dalam visi 2020 itu dapat dicapai dengan hasil yang lebih baik” kata Fauzi.Menyangkut Sawahlunto Kota Wisata Tambang, kata Fauzi lagi, kondisinya belumlah seratus persen kesiapannya, namun untuk menuju kearah visi 2020 itu sudah banyak perubahan terhadap kota ini “Secara politis, yang ada baru sebatas statemen kearah keberhasilannya belaka, tapi saya yakin kita asal bersama pasti mampu mencapai visi tersebut dengan baik” sebutnya mengakhiri pembicaraan, saat dimintai pendapatnya ketika turun kelapangan melihat korban bencana angin ribut pekan lalu.
by :
Fadilla Jusman
plus_indo@yahoo.com
0812 67 43613
H. Fauzi Hasan
Hari jadi Kota Sawahlunto ke 118 ini, kita jadikan sebagai momentum menuju masyarakat “sadar wisata” dalam mempercepat visi kota tahun 2020 Sawahlunto sebagai kota wisata tambang yang berbudaya.
Dalam perkembangannya, kota ini maju begitu pesat dibidang pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan itu, tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Supaya lebih bermakna, yang sangat diperlukan saat ini adalah rasa kebersamaan untuk menjaga asset-asset yang telah dibangunan tersebut sekaligus bagaimana rasa memiliki terhadap kota ini begitu mengental dihati warga.
Bagian terpenting dalam mengisi pembangunan saat ini adalah, bukan hanya fisik, tapi juga non fisik, misal, bagaimana penyuluhan dilakukan pada masyarakat tentang sadar wisata melalui tindakan bersih lingkungan, bersih dari segala bentuk gangguan keamanan, dan bagaimana mengajak masyarakat memiliki kota ini.
“Untuk itu, disinilah saatnya masyarakat diajak dan dilibatkan secara bersama-sama mengisi pembangunan yang dilakukan saat ini melalui sistim yang lebih baik, akuntabel dan inovatif, agar semua yang dicita-citakan dalam visi 2020 itu dapat dicapai dengan hasil yang lebih baik” kata Fauzi.Menyangkut Sawahlunto Kota Wisata Tambang, kata Fauzi lagi, kondisinya belumlah seratus persen kesiapannya, namun untuk menuju kearah visi 2020 itu sudah banyak perubahan terhadap kota ini “Secara politis, yang ada baru sebatas statemen kearah keberhasilannya belaka, tapi saya yakin kita asal bersama pasti mampu mencapai visi tersebut dengan baik” sebutnya mengakhiri pembicaraan, saat dimintai pendapatnya ketika turun kelapangan melihat korban bencana angin ribut pekan lalu.
by :
Fadilla Jusman
plus_indo@yahoo.com
0812 67 43613
Ketua DPRD Sawahlunto
Erizal Ridwan,ST
Ada yang monumental bagi saya selaku wakil rakyat dalam melihat kota ini, mulai dari sejarah masa lalunya sampai kota ini bangkit dari ketertinggalannya untuk hidup lebih sejajar dengan kota-kota lainnya yang telah lebih dahuluan maju.
Contoh kecil saja, bila dahulu kita tidak pernah berfikir mau dijadikan apa bangunan dan asset-asset berbau kolonialis itu, tapi kini semua asset tersebut ternyata menjadi bagian dari sejarah kejayaan Kota Sawahlunto masalalu. Itu semua, menurut saya tidak pernah lepas dari keberadaan Tambang Ombilin itu sendiri.
Dalam pandangan saya, secara kelembagaan maupun pribadi, banyak perubahan yang terjadi di Kota Sawahlunto akhir-akhir ini, baik infrastruktur, sarana dan prasarana umum perkotaan, maupun kultur masyarakatnya terlihat berkembang dan begitu dinamis, penilaian saya, hal ini merupakan bagian dari cita-cita masyarakat secara keseluruhan dalam menciptakan iklim yang lebih baik dan tentram menuju percepatan visi kota tahun 2020 mendatang.
Nilai tambah dari semua itu adalah perjuangan, hal ini jelas dapat kita saksikan secara kasat mata, pemerintah ternyata tidak mati rasa terhadap cita-cita warga kota yang menginginkan terjadinya berbagai perubahan apapun bentuknya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
Objektifitas penilaian saya, kerja keras dan keikhlasan untuk membangun kota ini lebih berkembang hanya ada pada pemerintahan sekarang, kendati konsep dan perencanaannya ada pada era pemerintahan sebelumnya yang masih layak untuk diteruskan.
“Melalui hari jadi ini, saya hanya berpesan, mari kita bersama membangun komunitas untuk kemajuan kota yang berdampak terhadap pembangunan ekonomi rakyat secara merata” ungkapnya polos.
by :
Fadilla Jusman
plus_indo@yahoo.com
0812 67 43613
Erizal Ridwan,ST
Ada yang monumental bagi saya selaku wakil rakyat dalam melihat kota ini, mulai dari sejarah masa lalunya sampai kota ini bangkit dari ketertinggalannya untuk hidup lebih sejajar dengan kota-kota lainnya yang telah lebih dahuluan maju.
Contoh kecil saja, bila dahulu kita tidak pernah berfikir mau dijadikan apa bangunan dan asset-asset berbau kolonialis itu, tapi kini semua asset tersebut ternyata menjadi bagian dari sejarah kejayaan Kota Sawahlunto masalalu. Itu semua, menurut saya tidak pernah lepas dari keberadaan Tambang Ombilin itu sendiri.
Dalam pandangan saya, secara kelembagaan maupun pribadi, banyak perubahan yang terjadi di Kota Sawahlunto akhir-akhir ini, baik infrastruktur, sarana dan prasarana umum perkotaan, maupun kultur masyarakatnya terlihat berkembang dan begitu dinamis, penilaian saya, hal ini merupakan bagian dari cita-cita masyarakat secara keseluruhan dalam menciptakan iklim yang lebih baik dan tentram menuju percepatan visi kota tahun 2020 mendatang.
Nilai tambah dari semua itu adalah perjuangan, hal ini jelas dapat kita saksikan secara kasat mata, pemerintah ternyata tidak mati rasa terhadap cita-cita warga kota yang menginginkan terjadinya berbagai perubahan apapun bentuknya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
Objektifitas penilaian saya, kerja keras dan keikhlasan untuk membangun kota ini lebih berkembang hanya ada pada pemerintahan sekarang, kendati konsep dan perencanaannya ada pada era pemerintahan sebelumnya yang masih layak untuk diteruskan.
“Melalui hari jadi ini, saya hanya berpesan, mari kita bersama membangun komunitas untuk kemajuan kota yang berdampak terhadap pembangunan ekonomi rakyat secara merata” ungkapnya polos.
by :
Fadilla Jusman
plus_indo@yahoo.com
0812 67 43613
Subscribe to:
Posts (Atom)